METODE COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) – MAKALAH

METODE COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Inovasi Pembelajaran Matematika

Dosen pengampu : Aryo Andri Nugroho, S.Si.,M.Pd

Disusun oleh :

Kiki Eka Ririyanti            (11310287)

Indah Suriyani               (11310294)

Indes Nur Kufailah         (11310307)

IKIP PGRI SEMARANG

PENDIDIKAN MATEMATIKA

2012

KATA PENGATAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan junjungan besar Nabi Muhammad SAW, karena berkat berkah dan hidayahnya kita dapat menyelesaikan tugas makalah Inovasi Pembelajaran Matematika tentang metode Cooperatif Integrated Reading and Composition (CIRC) ini dengan lancar tanpa hambatan suatu apapun.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang ada relevansinya dengan makalah ini sangat kami harapkan. Kritik dan saran sekecil apapun akan kami perhatikan dan pertimbangkan guna penyempurnaan makalah ini dan selanjutnya.

Pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

 

Semarang, September 2012

Penyusun,

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran. Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran tidak dapat terlepas dari peranan guru dan kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan di Sekolah.

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah dengan cara melalui perbaikan proses belajar mengajar. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar di sekolah telah muncul dan berkembang sesuai pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai pelaku yang menduduki posisi strategis dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, dituntut untuk terus mengikuti perkembangan konsep-konsep baru dalam dunia pendidikan tersebut.

Pelajaran matematika di Sekolah merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh siswa. Pengertian yang benar tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika sangat diperlukan siswa untuk membangun penalaran dalam memecahkan berbagai masalah. Namun masih banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit bahkan menakutkan. Bertolak dari anggapan tersebut dapat mempengaruhi mental siswa yang dapat menimbulkan sifat negatif pada siswa, antara lain siswa enggan untuk mengikuti pelajaran matematika, takut dan benci jika ada jadwal pelajaran matematika. Bahkan terkadang kebencian siswa tersebut tidak hanya pada mata pelajarannya saja tetapi juga pada guru yang mengajar.

Guru merupakan tenaga kependidikan paling depan dalam peningkatan kualitas dan prestasi belajar siswa. Guru dalam proses belajar mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam melaksanakan tugas mendidik dan mengajar karena melalui proses pendidikan dan pembelajaran akan terbentuklah sikap dan perilaku peserta didik.

Proses pembelajaran matematika pada pokok bahasan menyelesaikan soal cerita yang selama ini belum memperoleh hasil yang memuaskan, masih banyak siswa yang belum mamahami isi dan maksud dari soal cerita. Untuk itu perlu ditingkatkan melalui penerapan atau praktik langsung pada benda konkret dan siswa sering diberi latihan soal cerita dengan benar.

B. Rumusan Masalah

Atas dasar identifikasi penyebab masalah yang telah diuraikan pada latar belakang di atas, maka masalah yang dihadapi guru Matematika adalah sebagai berikut:

  1. Apakah pembelajaran Cooperative Learning Tipe CIRC?
  2. Bagaimana sintaks pembelajaran tipe CIRC?
  3. Bagaimana implementasi CIRC pada pembelajaran?

C. Tujuan Pembelajaran

Berdasarkan pada rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apa pembelajaran Cooperative Learning Tipe CIRC.
  2. Untuk mengetahui bagaimana sintaks pembelajaran Tipe CIRC.
  3. Untuk mengetahui bagaimana implementasi CIRC pada pembelajaran.

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pembelajaran CIRC

CIRC singkatan dari Cooperative Integrated Reading and Composition, termasuk salah satu tipe model pembelajaran Cooperative Learning. Pada awalnya, modelCIRC diterapkan dalam pembelajaran bahasa. Dalam kelompok kecil, para siswa diberi suatu text / bacaan (cerita/novel), kemudian siswa latihan membaca atau saling membaca, memahami ide pokok, saling merevisa, dan menulis ikhtisar cerita atau memberikan tanggapan terhadap isi cerita, atau untuk mempersiapkan tugas tertentu dari guru (Mohamad Nur, 1999:21).

Dalam model pembelajaran CIRC, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen yang terdiri atas 4 atau 5 siswa. Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin, suku/bangsa, atau tingkat kecerdasan siswa. Jadi, dalam kelompok ini sebaiknya ada siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan masing-masing siswa sebaiknya merasa cocok satu sama lain. Dengan pembelajaran kelompok, diharapkan para siswa dapat meningkatkan pikiran kritisnya, kreatif, dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi. Sebelum di bentuk kelompok, siswa diajarkan bagaimana bekerja sama dengan suatu kelompok. Siswa diajari menjadi pendengar yang baik, dapat memberikan penjelasan kepada teman sekelompok, berdiskusi, mendorong teman lain untuk bekerja sama, menghargai pendapat orang lain dan sebagainya. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen. Masing-masing anggota dalam kelompok memiliki tugas yang setara. Lyn D. English (1995:5) menuliskan bahwa “Student must devide up the tasks and share the responsibilities equally among group members”. Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggungjawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut.

Slavin (1995:98) menyatakan bahwa “in addidition to solving the problem of management and motivation in individualized programmed intruction, CIRC was created to take advantage of the considerable socialization potential of cooperative learning” Di lain pihak, Johnson and Johnson (1994:40)

Knowledge is social, constucted from cooperative efforts to learn, understand and solve problems. Group members exchange information and insight one another, and weak points in each other’s reasoning strategies, correct one another, and adjust their understanding on the basis of other’s understanding.

B.     MODEL PEMBELAJARAN CIRC

Model pembelajaran tipe CIRC memiliki delapan komponen. Kedelapan komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 sampai 5 siswa,
  2. Placement test,misalnya diperoleh dari nilai rata-rata ulangan harian sebelumnya atau berdasarkan nilai rapor agar guru mengetahui kelebihan atau kelemahan siswa pada bidang tertentu,
  3. Student Creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya,
  4. Learning Society atau Team Learning, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan kepada kelompok yang membutuhkannya,
  5. Team Scores and Team Recognition, yaitu pemberian scor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas,
  6. Teaching Group, yakni pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok,
  7. Facts Test, yaitu pelaksanaan test/ulangan berdasarkan fakta yang diperoleh siswa, dan
  8. Whole-Class Unit, yaitu pemberian rangkuman materi oleh guru di akhir waktu pembelajaran dengan strategi penemuan khususnya tentang pemecahan soal cerita.

-  Masalah atau soal sarana untuk kegiatan penemuan harus memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Materi prasyarat untuk menyelesaikan maslah/soal tersebut harus sudah diketahui siswa,
  2. Masalah/soal terjangkau oleh siswa,
  3. Algoritma atau komposisi penyelesaian soal tersebut belum diinformasikan kepada siswa, (4) Para siswa berkehendak untuk menyelesaikan masalah/soal itu (Abdurrahman As’ari, 2005:45).

 –  Kegiatan pokok dalam CIRC berbasis penemuan untuk memecahkan soal cerita meliputi rangkaian kegiatan bersama yang spesifik yang bersifat menemukan sendiri, yakni;

  1. salah satu anggota kelompok membaca atau beberapa anggota saling membaca,
  2. Membuat prediksi atau menafsirkan atas isi soal cerita, termasuk menemukan dan menulis apa yang diketahuiu, apa yang ditanyakan, dan memisalkan apa yang ditanyakan dengan suatu variable tertentu,
  3. Saling membuat ikhtisar atau menemukan rencana penyelesaian soal certa,
  4. Menuliskan penyelesaian soal ceritanya secara urut (menuliskan urutan komposisi penyelesaiannya), dan
  5. Saling merevisa dan mengedit pekerjaan/penyelesaian (jika ada yang perlu direvisi).

Kooperatif CIRC merupakan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis Steven& Slavin(Wijaya Jati,2004 : 35).

- Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe CIRC adalah sebagai berikut:

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen,
  2. Guru memberikan wacana/ kliping sesuai dengan topik,
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas,
  4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok,
  5. Guru membuat kesimpulan bersama,
  6. Penutup.

Secara khusus, Slavin dalam Suyitno (2005:6) menyebutkan kelebihan model pembelajaran CIRC sebagai berikut:

  1. CIRC amat tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah
  2. Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang
  3. Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam kelompok
  4. Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya
  5. Membantu siswa yang lemah
  6. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal yang berbentuk pemecahan masalah

Kekurangan dari model pembelajaran CIRC tersebut antara lain:

  1. CIRC hanya dapat digunakan untuk model soal matematika yang mempunyai soal cerita, karena CIRC lebih menekankan pada bahasa.
  2. Dalam proses pembelajaran akan terlihat gaduh.

C. IMPLEMENTASI CIRC

Penerapan model pembelajaran CIRC untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dapat ditempuh dengan:

  1. Guru menerangkan suatu pokok bahasan matematika kepada siswa, pada penelitian ini digunakan LKS yang berisi materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan
  2. Guru memberikan latihan soal
  3. Guru siap melatih siswa untuk meningkatkan keterampilan siswanya dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah melalui penerapan model CIRC
  4. Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa yang heterogen, Setiap kelompok terdiri atas 4 atau 5 siswa.
  5. Guru mempersiapkan soal pemecahan masalah dalam bentuk kartu masalah dan membagikannya kepada setiap kelompok
  6. Guru memberitahukan agar dalam setiap kelompok terjadi serangkaian kegiatan bersama yang spesifik
  7. Setiap kelompok bekerja berdasarkan kegiatan pokok CIRC. Guru mengawasi kerja kelompok
  8. Ketua kelompok melaporkan keberhasilan kelompoknya atau melapor kepada guru tentang hambatan yang dialami kelompoknya. Jika diperlukan guru dapat memberikan bantuan kepada kelompok secara proporsional
  9. Ketua kelompok harus dapat menetapkan bahwa setiap anggota telah memahami, dan dapat mengerjakan soal pemecahan masalah yang diberikan
  10. Guru meminta kepada perwakilan kelompok untuk menyajikan temuannya.

Dalam hal ini, keterlibatan siswa untuk belajar secara aktiv merupakan salah satu indikator keefektifan belajar. Denagn demikian siswa tidak hanya menerima saja materi pengajaran yang diterima guru, melainkan siswa juga berusaha menggali dan mengembangkan sendiri dalam kelompoknya. Hal ini diperkuat dengan pendapat Eggen dan Kauchack (1998:1) yang menulis bahwa “Effective learning occurs when students are actively involved in organizing and finding relationships in the information”.

  1. Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator
  2. Guru memberikan tugas/PR secara individual
  3. Guru membubarkan kelompok dan siswa kembali ke tempat duduknya
  4. Guru mengulang secara klasikal tentang strategi penyelesaian soal pemecahan masalah
  5. Guru memberikan kuis.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Model pembelajaran CIRC ini sangat bagus dipakai karena dengan menggunakan model CIRC siswa dapat memahami secara langsung peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan dengan materi yang dijelaskan.

Dengan CIRC siswa belajar dari satu sama lain dan berupaya bertukar ide dalam kelompoknya.  Rasa percaya diri siswa meningkat dan semua siswa mempunyai kesempatan berpartisipasi di kelas karena sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan guru.

B. SARAN

  1. Guru matematika harus dapat mengemas proses pembelajaran yang menyenangkan namun tetap menantang.
  2. Guru harus kreatif, inovatif dan selalu meningkatkan profesionalisnya.
  3. Salah satu inovasi proses pembelajaran dalam rangka mengoptimalkan hasil belajar matematika dan meningkatkan keterampilan siswa adalah dengan menerapkan tipe CIRC dalam pembelajaran.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s